Coba cek, masih ada berapa rekening bank atas nama kamu yang sudah bertahun-tahun tidak disentuh? Rekening tabungan sekolah dulu, rekening gaji kerja lama, atau rekening promo buka tabungan gratis payung yang dibikin asal ikut-ikutan teman. Kalau jawabannya “ada, lumayan banyak”, selamat, kamu baru saja menemukan aset yang ternyata diincar sindikat judi online.
Data PPATK yang Bikin Kaget
PPATK menghentikan sementara transaksi 5.762 rekening terkait judi online sepanjang semester I 2026 dengan dana mencapai Rp 1,07 triliun. Angka ini bukan rekayasa dramatis media, itu keterangan resmi dari Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Yang lebih menarik, 51 Laporan Hasil Analisis PPATK terkait transaksi pada 132 situs judi online telah ditindaklanjuti Bareskrim Polri menjadi 27 laporan polisi, dengan pemblokiran transaksi senilai Rp 255,76 miliar pada 5.961 rekening. Dari sana, dilakukan penyitaan Rp 142,02 miliar dari 359 rekening.
Bandingkan dengan temuan sebelumnya. Nilai transaksi judi online turun dari Rp 5,8 triliun menjadi Rp1,5 triliun pada Mei 2025 setelah PPATK mulai agresif membekukan rekening dormant. Artinya rekening tidur bukan cuma korban pasif, ia memang jadi tulang punggung ekosistem judol yang selama ini susah dipotong.
Kenapa Rekening Dormant Jadi Incaran
Logikanya sederhana dan jahat sekaligus. Rekening dormant, yakni rekening yang sudah lama tidak digunakan untuk transaksi, sering kali menjadi target penyalahgunaan. Pemiliknya bahkan tidak sadar bahwa rekening tersebut masih aktif secara administratif. Bandar atau operator tidak perlu repot bikin rekening palsu pakai KTP curian, cukup beli atau sewa rekening lama orang yang sudah lupa punya rekening itu.
Ivan dari PPATK pernah menjelaskan modusnya lebih gamblang. Satu surat komplain berhasil mengungkap jaringan rekening dormant yang digunakan untuk transaksi judi online, di mana rekening dormant itu ternyata sudah banyak menerima uang yang tidak bisa diapa-apakan untuk melakukan transaksi. Jadi rekening yang kelihatannya mati, diam-diam jadi tempat parkir dana deposit pemain sebelum uangnya dicuci lewat lapisan transaksi berikutnya.
Pola ini mirip dengan yang ditemukan OJK lewat Satgas PASTI. Dalam satu kasus besar, OJK mengoordinasikan pemblokiran lebih dari 4.000 rekening yang terkait aktivitas judi online, tersebar di 22 bank, menunjukkan skala besar operasi keuangan ilegal ini. Dua puluh dua bank. Bukan satu dua bank kecil, tapi menyebar rata ke hampir seluruh industri perbankan nasional.
Dari Mana Dananya Mengalir
Yang jarang dibahas adalah ujung dari rantai ini: ke mana sebenarnya dana deposit pemain berakhir setelah melewati rekening-rekening tidur itu. Sebagian besar situs taruhan yang jadi tujuan akhir transaksi memang beroperasi dari luar negeri, memakai nama domain yang terdengar meyakinkan dan branding ala platform taruhan olahraga internasional, semacam bk8 link yang sering muncul di forum dan grup promosi. Dana dari rekening dormant jadi semacam bantalan transit sebelum masuk ke sistem settlement operator di luar yurisdiksi Indonesia, sehingga jejaknya makin susah dilacak satu per satu.
Dilema Buka Tutup Rekening
Masalahnya, kebijakan ini bukan tanpa biaya sosial. Dari jutaan rekening yang diblokir, sebanyak 1,22 juta rekening telah dibuka kembali setelah terbukti tidak terlibat dalam aktivitas ilegal. Bahkan ada laporan PPATK kembali membuka 28 juta rekening dormant usai diblokir. Bayangkan berapa banyak orang biasa yang tiba-tiba tidak bisa akses tabungan lamanya cuma karena rekening itu jarang dipakai, lalu harus repot ke bank membuktikan dirinya bukan bandar judi.
Lembaga seperti The PRAKARSA sudah mengingatkan soal ini. Pemblokiran rekening tanpa proses hukum berisiko timbulkan ketidakpercayaan publik dan menyasar kelompok rentan. Saya setuju dengan kekhawatiran itu. Efektif memutus aliran dana judol, iya. Tapi kalau eksekusinya pukul rata tanpa verifikasi cepat, yang kena getah justru orang yang sama sekali tidak terlibat.
Langkah Lanjutan yang Disiapkan
PPATK sendiri tampaknya sadar soal ini dan mulai memperketat definisi. PPATK menghentikan transaksi pada rekening dormant lebih dari setahun guna mencegah penyalahgunaan dalam tindak pidana seperti judi online, narkotika, penipuan, hingga peretasan. Verifikasi juga digenjot lewat sistem baru, didukung fatwa MUI dan pengembangan aplikasi SIPESAT 3.0.
Semua langkah ini sebetulnya membuka fakta yang lebih besar dari sekadar urusan blokir situs atau ganti domain. Uang judol butuh jalur masuk dan keluar yang halus, dan rekening tidur ternyata jadi salah satu celah paling murah untuk itu. Selama rekening lama masih dianggap barang tak berharga oleh pemiliknya sendiri, selama itu pula sindikat akan terus mencari cara memanfaatkannya.
Leave a Reply